ALAT PERAGA SISTEM PERNAPASAN DADA PADA MANUSIA
Disusun
Oleh :
1. AWALIYAH AGUSTIN
2. VIVI FIKTORY
KELAS
: 3a1
SEMESTER : 5 (lima)
PRODI
: Pendidikan
Biologi
DOSEN
: Imam Hadi Mulyono S.Pd.,M.Pd
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KAPUAS SINTANG
TAHUN 2015/2016
SISTEM PERNAPASAN PADA DADA MANUSIA
1. Konsep atau Pokok Bahasan
Proses pernapasan mahluk hidup sangat ditentukan oleh anggota tubuh
bagian dalam mahluk hidup tersebut.
Alat-alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan
mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.
Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi.
Alat Pernapasan pada Manusia terdiri atas :
·
Hidung
·
Faring
·
Trakea
·
Bronkus
·
Bronkiouls
·
paru-paru
Gambar 1.1 alat pernapasan
1.1 Rongga Hidung
Bernapas yang paling baik
adalah melalui hidung. Hidung mempunyai dua lubang yang dibatasi oleh
sekat rongga hidung. Di belakang rongga hidung terdapat dinding rongga hidung,
dalam dinding rongga hidung tersebut terdapat bulu hidung dan selaput lendir.
Pada saat kita berrnapas,
udara masuk melalui lubang hidung. Udara yang masuk kedalam rongga hidung belum
tentu bersih, tetapi adakalanya banyak mengandung debu dan kotoran lain. Debu
atau kotoran yang terisap bersama udara disaring oleh bulu hidung.
Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput
lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.
1.2 Pangkal Tenggorok
Pangkal tenggorokan dilengkapi dengan
selaput tipis yang disebut membran mukosa dan klep. Selaput tipis ini mempunyai
dua lipatan yang berfungsi sebagai pita suara. Sedangkan klep berfungsi untuk
membuka dan menutup saluran pernapasaan. Pada waktu menelan makanan, klep
tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas klep membuka.
1.3 Batang tenggorok
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan
kerongkongan. Trakea terdiri dari susunan tulang-tulang rawan yang membentuk
cincin fungsinya sebagai tempat lewatnya udara pernapasan. Di dalam rongga
dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua percabangan ini disebut Bronkia (
satu cabang tenggorokan disebut bronkus ) Di dalam paru-paru, cabang tenggorok
bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus.
Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru
(alveolus).
1.4 Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam
rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh suatu sekat disebut diafragma.
Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru
kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah
dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu
gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput
paru-paru (pleura).
Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih
kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali
lebih besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh
kapiler darah. Di dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan
karnbondioksida keluar.
1.5 Proses Pernapasan
Bernapas meliputi dua proses
yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas
atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan
mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan
diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi
mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot
diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada
mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi
berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui
saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru
mengembang.
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot
rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi
melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah
dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik.
Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru
keluar melewati saluran pernapasan.
Ada dua cara melakukan pernapasan yaitu pernappasan perut dan pernapasan
dada.
·
Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang
melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1.
Fase
inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga
rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil
daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2.
Fase
ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang
rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga
dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi
lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya
karbon dioksida keluar.
·
Pernapasan perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang
melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat
dibedakan sebagai berikut.
1. Fase
inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada
membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada
tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase
ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke
posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada
menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih
besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon
dioksida
keluar
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu
melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal).
2. Jenis Alat Peraga yang dapat
digunakan
Jenis alat peraga yang kami coba buat adalah ”Model Pernapasan
Pada Manusia”. tujuan pembuatan alat peraga ini yaitu untuk
mengetahui proses pernapasan manusia yang di ajarkan pada Materi pembelajaran
tentang sistem pernapasan pada manusia di kelas V semester Satu. Dimana
Alat dan bahan yang dibutuhkan adalah sebagai berikut .
Alat dan bahan yang di butuhkan :
1) Botol bekas air
mineral
2) 2 ( dua ) Sedotan
plastik bekas
3) Sumbat dari
plastik
4) Korek api
5) Karet gelang
6) Solasiban / lakban
7) 3 ( tiga ) buah
balon karet
3.Prosedur Pembuatan dan Cara Kerja Alat Peraga
Prosedur pembuatan Alat peraga
Adapun prosedur atau cara pembuatan alat peraga Model Pernapasan pada
manusia adalah sebagai berikut :
1) Sediakan Alat dan bahan yang dibutuhkan ( Botol bekas air mineral, 2 ( dua
) Sedotan pelastik bekas, Sumbat plastik, Korek api, Karet gelang, Solasiban /
lakban, 3 ( tiga ) buah balon karet ).
2) Gunting bagian bawah botol bekas air mineral sesuai yang di inginkan atau
kurang lebih sekitar seperempat bagian dari botol tersebut.
3) Buat pipa bercabang tiga dari sedotan plastik
4) Sumbat kedua cabang pipa menggunakan balon karet yang kemudian di ikat oleh
karet gelang, supaya tidak terlepas. ( salah satu cabang sebagai tempat keluar
masuk udara )
5) Tinggal satu balon yang tersisa, kemudian gunting balon karet tersebut
dibagian mulutnya.
6) Masukan pipa cabang yang sudah disumbat oleh balon ke dalam botol bekas
yang telah kita gunting, dimana salah satu pipa yang tidak disumbat diletaka
kan menjorok ke atas ( ke bagian mulut botol )
7) Tutup bagian atas botol dengan sumbat plastik yang telah diberi
lubang agar pipa yang menjorok ke mulut botol bisa keluar sebagai jalan masuk
udara .
8) Tutup bagian bawah botol dengan balon karet yang telah dipotong bagian
mulutnya, kemudian ikat menggunakan karet / lakban ( solasiban ).
9)
Jika sudah rapat, alat peraga
sudah siap untuk digunakan.
10) Kurang lebih bentuknya akan seperti gambar di bawah ini:
Gambar 1.2 Alat peraga model pernapasan manusia
Cara Kerja Alat peraga :
Cara Kerja dari Alat peraga Model pernapasan pada
manusia adalah sebagai berikut :
1) Tarik balon karet yang dijadikan penutup botol plastik bagian bawah ke arah
luar.
2) Apa yang terjadi dengan balon karet yang ada di dalam tabung ?
3) Apakah ada udara masuk atau keluar ?
4) Tekan balon karet yang dijadikan penutup botol plastik bagian bawah ke arah
dalam.
5) Apa yang terjadi dengan balon karet yang ada di dalam tabung ?
6) Apakah ada udara masuk atau keluar ?
7) Lepaskan balon karet yang dijadikan penutup botol plastik ke bagian seperti
semula.
8) Apa yang terjadi dengan balon karet yang ada di dalam tabung ?
9) Apakah ada udara masuk atau keluar ?
10) Hasil pengamatan kemudian di tulis di buku tugas. Untuk mengetahui hasil
kerja dari alat peraga tersebut. Dengan cara mengisi ke tabel seperti berikut
ini :
|
Keadaaan balon karet yang
dijadikan penutup tabung plastik transparan
|
Balon karet di dalam botol
plastik
|
Udara di botol plastik
|
||
|
mengembang
|
menguncup
|
masuk
|
keluar
|
|
|
Di tekan
|
||||
|
Di tarik
|
||||
|
Di lepaskan
|
||||
Ketika karet penutup botol plastik transparan di tarik, ruangan di dalam pipa
bertambah besar sehingga tekanan udara di dalam tabung plastik menjadi rendah,
kemudian menarik udara dari luar masuk sehingga balon di dalam botol plastik
menjadi mengembang.
Sedangkan ketika karet penutup botol plastik bagian bawah ditekan, ruangan di
dalam pipa plastik menjadi menyempit dan tekanan udara di dalam tabung plastik
semakin tinggi, sehingga udara di dalam pipa keluar maka terjadilah balon di
dalam botol plastik menguncup atau mengempis. Begitu pula ketika karet
penutup botol plastik dilepaskan, maka akan kembali seperti semula.
Kejadian ini sama seperti proses pernapasan pada manusia.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar